Pengakuan Iman kami

Sebagai platform untuk membagikan Firman Tuhan, kami menyadari suatu kebutuhan akuntabilitas bagi para pembaca. Maka dari itu, berikut merupakan keyakinan inti kami. Kami percaya, …

  • Alkitab
    • Bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan tulisan yang diilhamkan Allah, tidak memiliki kesalahan dalam naskah aslinya, merupakan otoritas terakhir bagi iman dan kehidupan, dan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik dalam kebenaran (2 Timotius 3:16-17).

  • Allah tritunggal
    • Bahwa ada satu Allah dalam hakikat, namun Dia hadir dalam tiga pribadi yang berbeda—Bapa, Putra, dan Roh Kudus—yang setara dalam kuasa dan kemuliaan. 

  • Penciptaan
    • Bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya. Ia berkuasa, berdaulat dan memelihara atas segala ciptaan-Nya (Kejadian 1; Ibrani 1:3).

  • Manusia
    • Bahwa Allah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan menurut gambar-Nya sendiri — tanpa dosa (Kejadian 1:26–27). Tujuan manusia adalah mengenal, mengasihi, memuliakan dan menikmati Dia selamanya. Namun, oleh kehendaknya sendiri, manusia pertama —Adam dan Hawa— telah jatuh ke dalam dosa dan akibatnya adalah kematian dan kutukan (Kejadian 3:6–7, 17–19).

  • Dosa
    • Dosa adalah segala bentuk kegagalan untuk menaati hukum Allah, menolak atau mengabaikan-Nya, memberontak terhadap-Nya, yang mengakibatkan kematian kita dan kehancuran ciptaan Allah. Setiap dosa bertentangan dengan kekudusan Allah dan menuntut murka Allah. Melalui ketidaktaatan Adam, dosa asal diwariskan kepada seluruh umat manusia, merusak kodrat kita dan menghasilkan segala macam dosa, yang hina di mata Allah. Sebagai akibatnya, seluruh umat manusia membutuhkan keselamatan dari dosa dan kematian kekal (Roma 6:23).

  • Tuhan Yesus
    • Bahwa Yesus Kristus, Anak Allah yang kekal, adalah satu-satunya Penebus, sepenuhnya Allah sekaligus sepenuhnya manusia. Ia merupakan Firman Allah yang menjadi manusia (Yohanes 1:1, 14). Ia telah menjalankan hidup yang sepenuhnya menaati seluruh hukum Taurat dengan sempurna. Sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Ketaatan-Nya tidak hanya dalam menjalani hukum Taurat tetapi juga dalam penderitaan-Nya di atas kayu salib, yang secara sempurna dan efektif, menanggung murka Allah atas dosa-dosa manusia dan mengalahkan maut (Roma 5:18-19, 1 Petrus 2:24). 

  • Keselamatan
    • Bahwa anugerah keselamatan hanya diterima melalui iman kepada Yesus Kristus dan kematian-Nya dan kebangkitan-Nya yang menebus segala dosa-dosa kita. Allah dengan cuma-cuma memperhitungkan kebenaran Kristus yang sempurna kepada kita ketika kita bertobat dan percaya, dan anugerah ini dapat diperoleh hanya melalui mempercayai dan menerima Dia dengan iman (Efesus 2:8-9).

  • Kehidupan seorang pengikut Kristus
    • Bahwa iman sejati melahirkan hidup baru yang ditandai oleh ketaatan, kasih, perbuatan baik, dan pengudusan (Yakobus 2:17). Melalui iman kepada Kristus kita dibenarkan, bukan karena perbuatan kita (Galatia 2:16). Namun iman ini tidak pernah berdiri sendiri, sebab hidup kudus adalah kehendak Allah bagi setiap orang percaya (1 Petrus 1:15-16). Hidup ini menunjukkan kasih serta syukur kepada Allah, menjadi kesaksian iman, sekaligus menuntun orang lain kepada Kristus (Matius 5:16, Yohanes 13:34-35).

  • Allah Roh Kudus
    • Bahwa setiap pengikut Kristus diberikan meterai Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan (Efesus 1:13-14). Dalam peran-Nya, Roh Kudus bekerja dalam pengudusan kita untuk mengajar dan membimbing kita (Yohanes 14:26), menyadarkan kita akan dosa (Yohanes 16:8,13), meyakinkan kita akan keselamatan (Roma 8:15–16), menghibur, memberikan karunia rohani (Galatia 5:22–23) dan keinginan untuk menaati Allah, memampukan kita berdoa dan memahami Firman-Nya (Roma 8:26). 

  • Kekekalan
    • Bahwa Kristus akan datang kembali untuk menghakimi yang hidup dan yang mati (2 Timotius 4:1), membangkitkan semua manusia, dan memulihkan seluruh ciptaan (1 Korintus 15:52–54). Orang percaya akan tinggal bersama Allah selamanya (2 Petrus 3:13), sedangkan yang tidak percaya akan menghadapi kematian kekal (Wahyu 20:11–15).