Mazmur 37

Kita sering melihat orang yang hidup tanpa Tuhan tetapi tampak sukses dan menikmati hidup. Mungkin itu orang yang kita kenal atau figur publik. Hal ini bisa menimbulkan pertanyaan: mengapa mereka terlihat lebih “enak” hidupnya, sementara kita berusaha setia tetapi tidak merasakan hal yang sama? Tidak jarang muncul rasa iri, kecewa, bahkan godaan untuk fokus dalam apa yang kita bisa lakukan dan lupa kepada Allah. Hal ini membawa kita untuk meninggalkan kesetiaan kepada Allah dan mengejar apa yang dunia tawarkan.

Mazmur 37 merupakan nasihat Daud bagi bangsa Israel mengenai perasaan tidak adil yang mereka rasakan. Bangsa Israel berada di titik hidup dimana mereka tergiur untuk hidup meninggalkan Allah. Ketika mereka melihat orang-orang lain, yang tidak hidup sesuai dengan perintah Allah, mereka melihat kejanggalan yaitu hidup mereka yang justru nampak makmur.

Daud menasihati mereka yang mulai tergoda oleh keberhasilan orang fasik. Ia tidak menutup mata terhadap realita tersebut, tetapi justru menegaskan agar mereka tetap setia kepada Tuhan (ay. 1–11). Nasihat ini bukan sekadar penghiburan kosong, melainkan berakar pada keyakinan bahwa Allah berdaulat dan memiliki rencana atas segala sesuatu. Daud mengingatkan bahwa kemakmuran orang fasik hanyalah sementara. Apa yang tampak kokoh sebenarnya rapuh dan akan berakhir (ay. 18). Sebaliknya, Allah mengenal jalan orang benar dan memelihara hidup mereka. Karena itu, perasaan-perasaan seperti marah, iri hati dan kecewa tidak perlu disimpan. Mereka tidak perlu tergiur untuk akhirnya hidup seperti orang-orang fasik karena Allah tidak hanya berkuasa atas segala hal, tetapi Ia secara aktif bekerja dan merawat segalanya untuk membawakan kebaikan untuk umat-Nya (ay. 5, 17, 23-24, 34, 39-40).

Ketika kita dengan rendah hati menunggu dan taat kepada Allah, meski orang-orang fasik nampak hidup makmur, maka kita akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang akan kita terima (ay.11). Tuhan Yesus pun mengatakan hal yang sama pada khotbahnya di bukit (Mat. 5:5) bahwa yang lemah lembut akan mewarisi bumi. Tuhan Yesus pun menunjukkan teladan untuk kita ikuti. Di atas kayu salib ketika musuh-musuh-Nya tampak bahagia dan makmur ketika Ia menderita, Ia tetap setia menjalani tugas-Nya.

Mengikuti Kristus adalah hidup yang mengikuti teladan-Nya. Sebagai pengikut-Nya, kita diundang untuk percaya bahwa penderitaan atau kekurangan yang mungkin kita alami di dunia ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan diberikan kepada kita (Roma 8:18, 2 Korintus 4:17). Artinya, pandangan kita bukan kepada dunia ini melainkan kepada kekekalan. Ketika kita sungguh memahami bahwa Allah berdaulat, adil, dan aktif bekerja, kita tidak perlu lagi dikuasai iri hati atau marah. Kita bisa hidup dengan tenang dan teguh, karena tahu bahwa Allah ada di pihak kita dan memegang kendali atas segalanya.

Pertanyaan Renungan:

  1. Bagaimana rutinitas harian kita—gelisah karena “keberhasilan” orang fasik, atau tenang dalam kedaulatan Tuhan?
  2. Saat melihat kesuksesan mereka, apakah kita tergoda menjauh dari Tuhan (misalnya meninggalkan firman dan doa)?

Doa:

Tuhan, aku bersyukur bahwa aku diingatkan kembali bahwa Engkau berdaulat dan selalu adil. Engkau tahu perasaan dan pikiran yang kita hadapi. Aku berdoa Engkau menolongku untuk melihat rencana-Mu yang indah di dalam hidupku dan biarlah aku dapat sepenuhnya bersandar dan tenang karena Engkau adil.


Yuk, jadi berkat hari ini!

Kesaksian kali ini menjadi berkat bagimu? Bagikan, like dan ceritalah di kolom komentar, mungkin ini juga dapat menjadi berkat bagi orang lain!

Jika kamu merasa diberkati, mengapa tidak menjadi bagian dari berkat itu sendiri? Kamu bisa turut berkontribusi—melalui tulisan, dukungan, atau sekedar berbagi—agar lebih banyak orang merasakan dampak yang sama.

Mari bersama membangun ruang yang penuh makna ini. Karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Ayo turut berkontribusi disini!


Leave a Reply

Discover more from Come and Hear! #TogetherDevoted

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading