Mazmur 63

Masa kering rohani atau stagnan merupakan masa yang tidak enak. Jika dulu ada suatu kesenangan atau bahkan antusiasme untuk membaca Alkitab dan berdoa, pada masa kering hal-hal itu terasa sulit untuk dilakukan. Rasanya butuh usaha lebih. Bahkan, seringkali kita tidak mendapatkan apa-apa ketika membaca Alkitab. Berdoa kepada Tuhan pun rasa terpaksa.

Mazmur 63, merupakan mazmur yang Daud tulis ketika dirinya sedang berada dalam padang gurun karena situasi yang ia hadapi. Tidak hanya secara fisik berada di padang gurun yang tandus, jiwanya pun ikut merasa kering. Ia menggambarkan kekeringan dan kehausan jiwanya seperti tanah yang kering dan tandus (ayat 2). Namun, di tengah keadaan ini, Daud tetap memandang kepada Allah.

Meskipun Daud merasa kering, ia terus datang kepada Allah, bersandar kepada-Nya, dan memuji-Nya. Pada masa kering ini, ia semakin bersandar pada kasih setia Allah (ayat 4). Bahkan, antusiasme hati Daud dapat kita lihat ketika ia memuji Allah dengan menaikkan tangannya (ay.5). Dengan terus datang kepada Tuhan meski sedang kering, Daud mendapatkan kekuatan. Ia bahkan berkata bahwa jiwanya dikenyangkan (ayat 6). Kekeringan jiwa yang ia rasakan justru berubah menjadi kepuasan sejati ketika ia mendekat kepada Allah.

Agustinus dari hippo pernah berkat: “Engkau telah membentuk kami untuk Diri-Mu sendiri, dan hati kami gelisah sampai menemukan ketenangan di dalam-Mu.” Kalimat ini sungguh tepat menjelaskan kita. Kita tidak akan pernah dapat menemukam kepuasan sejati dimana pun selain di dalam Allah. Artinya ketika kita berada dalam masa kering atau stagnan, kekeringan jiwa itu tidak akan dapat dipuaskan jika kita terus menerus mencari solusi di tempat lain selain di dalam Dia.

Setiap orang pasti pernah, sedang, atau akan mengalami masa kekeringan. Mungkin, seperti Daud, jiwa kita saat ini berada di padang gurun. Masa ini bukan masa yang enak. Jiwa kita haus dan menanti suatu kesegaran. Kita merasa kehilangan motivasi, dan hidup terasa penuh dengan kebencian, kemarahan, kesedihan, atau emosi-emosi negatif lainnya. Masa kering ini mungkin membuat kita malas beribadah, berdoa, atau bahkan datang kepada Allah. Kita cenderung berpikir bahwa solusi atas kekeringan jiwa harus kita temukan sendiri.

Namun, ketika kita berada dalam masa-masa kering, biarlah pengalaman itu mengingatkan kita bahwa tidak ada kepuasan sejati di luar Allah. Kekosongan yang kita rasakan seharusnya membawa kita kembali kepada-Nya, sebab Allah sendiri telah menyediakan jalan melalui Kristus. Ia mengundang setiap daripada kita untuk datang kepada-Nya karena Ia dapat menawarkan kepuasaan sejati itu (Yohanes 4:14). Inilah kehidupan seorang Kristen: bukan sekadar kehidupan yang berdiri atas disiplin rohani, tetapi relasi nyata yang menemukan kepuasan sejati di dalam Allah sendiri. Ketika kita mengalami masa-masa kering, datanglah kepada-Nya. Teruslah memuji dan menyembah Dia.

Pertanyaan Renungan:

  1. Apa dampak negatif yang muncul ketika kita mencoba untuk memuaskan jiwa kita dengan hal lain di luar Allah?
  2. Bagaimana kita bisa kembali kepada Allah, mengingat hanya Dia yang dapat memberikan kepuasan sejati?

Doa:

Tuhan, terima kasih karena Engkau mengizinkan aku untuk kembali lagi merasakan betapa tidak enaknya hidup di luar Engkau. Ampunilah aku atas usahaku mencari solusi di luar Engkau. Tolonglah aku Tuhan untuk hidup dekat dengan-Mu. Amin.


Yuk, jadi berkat hari ini!

Kesaksian kali ini menjadi berkat bagimu? Bagikan, like dan ceritalah di kolom komentar, mungkin ini juga dapat menjadi berkat bagi orang lain!

Jika kamu merasa diberkati, mengapa tidak menjadi bagian dari berkat itu sendiri? Kamu bisa turut berkontribusi—melalui tulisan, dukungan, atau sekedar berbagi—agar lebih banyak orang merasakan dampak yang sama.

Mari bersama membangun ruang yang penuh makna ini. Karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Ayo turut berkontribusi disini!


One response to “Lelah dan susahkah jiwamu?”

  1. nji Avatar
    nji

    😊

Leave a Reply

Discover more from Come and Hear! #TogetherDevoted

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading