Dalam keseharian kita mungkin sering dihadapkan dengan tekanan, tuntutan juga ekspektasi. Baik itu perihal studi mungkin juga dalam pekerjaan. Hal-hal ini menjadi gangguan dalam hati kita. Kita menjadi tidak tenang, gelisah, melamun, tidak fokus dan sebagainya. Hal ini tentu menjadikan kita kehilangan fokus pada studi kita pada pekerjaan kita, sehingga apapun yang kita lakukan hasilnya tidak maksimal. Kita jadi buru-buru, tidak teliti dan malah banyak kesalahan.
Disini saya tidak mengajak kita untuk mengabaikan tekanan itu dan menganggapnya tidak ada. Karena hidup pasti ada saja bentuk tekanannya. Saya hanya ingin mengajak teman-teman untuk kembali mengingat bagaimana kita harus menyikapi tekanan-tekanan dalam hidup kita.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)
Ketenangan yang sejati tidak muncul dari hidup tanpa masalah, justru hidup tanpa masalah itulah yang akan menjadikan kamu salah. Ketenangan yang sejati hadir ketika kita menyandarkan hati kepada Tuhan. Percaya pada-Nya yang memberikan kita kekuatan untuk melakukan tugas-tugasmu. Ketika engkau sungguh bersandar pada-Nya engkau bisa melakukan tugas-tugasmu dengan lebih baik. Dia tidak membawamu sejauh ini hanya untuk meninggalkanmu di tengah tekanan itu. Percaya pada-Nya yang memberi damai. Doakan dan ucapkan syukur buat pemeliharaan-Nya yang melampaui segala akal.
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Setelah engkau sandarkan hatimu pada Tuhan, lakukan tugasmu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Setiap pekerjaan baik, besar maupun kecil, memiliki makna ketika kita melakukannya untuk Tuhan. Bukan sekadar mengejar hasil, tetapi menunjukkan kesetiaan, integritas, dan ketulusan dalam setiap tindakan. Percayalah apapun hasilnya, Tuhan punya rencana terbaik untukmu. Dia tahu yang kamu butuhkan, yang mungkin tidak kamu pikirkan.
Pertanyaan Renungan:
- Belakangan ini apa yang membuat hatimu tidak tenang? Apa itu mempengaruhi performamu dalam tugasmu? Apa kamu sudah mengambil waktu untuk menyandarkan hari pada Tuhan?
- Selama ini kamu melakukan tugasmu (studi/kerja) untuk siapa? Apa kamu pernah merasa hambar dalam melakukan tugas-tugasmu? Percayalah punya tujuan akan tugas-tugasmu membantu meningkatkan semangatmu untuk melakukannya, ingatlah selalu bahwasanya itu semua untuk kemuliaan nama-Nya! Tunjukkan bahwa kamu adalah cerminan-Nya, meski tak akan pernah sesempurna diri-Nya
Doa:
Tuhan, ajarkan aku untuk memiliki hati yang tenang di tengah kesibukan dan tekanan hidup. Tolong aku agar setia dalam setiap tugas yang Engkau percayakan, dan melakukannya dengan segenap hati seperti untuk-Mu. Berikan damai-Mu yang menjaga pikiran dan hatiku setiap hari. Amin.

Leave a Reply