Mazmur 115

Mungkin bagi kita, menyembah patung-patung berhala bukanlah suatu hal yang relevan. Tetapi apakah itu benar bahwa kita tidak punya berhala sama sekali?

Mungkin bagi kita, kita dapat cukup cepat menjawab bahwa keyakinan kita hanya kepada “Kristus!“. Tetapi bisa jadi kita tidak melihat bahwa sebenarnya kita menaruh keyakinan atau kepercayaan kita kepada reputasi kita, kepada finansial kita, kepada relasi yang kita miliki atau kepada social media yang kita konsumsi.

Mungkin kita tidak melihatnya dengan jelas, tetapi bisa jadi kita sangat menjaga reputasi kita, karena kita menaruh identitas kita di dalamnya. Kita menaruh perasaan aman kita kepada berapa banyak uang atau harta yang kita miliki. Kita menaruh perasaan dikasihi, diterima dan kepuasan di relasi yang kita miliki. Kita menaruh rasa tidak dilupakan dan diterima, ketika kita mengikuti segala hal yang sedang viral di social media.

Dalam mazmur 115, kita dapat melihat bahwa hal-hal demikian itu mati. Mereka sekilas dan nampaknya menawarkan sesuatu yang menjanjikan (ay. 5-7). Nampaknya mereka dapat memberikan solusi dari masalah yang kita miliki, tetapi sayangnya tidak. Bukannya memberikan kita solusi, justru ketika kita menaruh keyakinan kita kepada hal apapun di dunia ini, kita malah menjadi serupa dengan hal tersebut —mati.

Mungkin kematian itu tidak kita sadari, namun perlahan-lahan kerohanian kita kopong. Segala pikiran dan emosi kita seakan-akan dikendali oleh hal-hal tersebut. Kita menjadi tumpul secara rohani. Sama seperti berhala itu, mungkin di luar kita terlihat baik-baik saja namun dalamnya kopong.

Bisa jadi, mata kita juga tidak melihat kebenaran dengan jelas. Telinga kita tidak dapat mendengar kebenaran dengan jelas. Hubungan kita dengan Allah dan sesama dapat berubah menjadi transaksional: kita melakukan sesuatu bukan karena mengasihi Allah, melainkan karena mengharapkan sesuatu dari-Nya.

Sebaliknya, pemazmur menawarkan solusi lain. Ia mendorong kita untuk tidak mencari jawaban dari apa yang kita dambakan di dunia ini, melainkan kepada Allah pencipta semesta alam.

Mengapa demikian? Karena Allah itu nyata dan Ia setia serta mengasihi (ay.1). Terlebih lagi, apa yang Ia lakukan itu tidak berdasarkan performa kita atau siapa kita, melainkan semurni karena Ia menghendaki-Nya (ay.3).

Karena dua kebenaran ini, kita dapat menaruh keyakinan penuh kita kepada Allah. Allah yang Mahatahu bukan hanya mengetahui kebutuhan dan keinginan hati kita, tetapi Ia sendiri adalah jawaban yang kita perlukan.

Bayangkan saja, oleh kehendak dan kasih-Nya, Allah memberikan Anak-Nya yang tunggal sebagai penebusan dosa kita (Yoh 3:16). Oleh kehendak dan kasih Kristus, Ia rela mati di atas kayu salib (Efesus 5:2). Tidak ada hal di dalam diri kita yang bisa memaksa atau meyakinkan Kristus untuk rela mati di atas kayu salib. Itu semua merupakan kehendak dan belas kasihan-Nya.

Jadi, jika Allah oleh karena kehendak dan kasih-Nya memberikan kepada kita solusi dari masalah terbesar kita —bahkan ketika kita tidak mencari atau menyadarinya—, bukankah justru lebih lagi kita dapat mencari jawaban atau apa yang kita dambakan kepada-Nya (Roma 8:32)?

Pertanyaan Renungan:

  1. Jika dilihat dari banyaknya waktu dan perhatian yang kita habiskan dalam sehari, apakah kita dapat melihat berhala-berhala kita?
  2. Apakah kita menyadari efek samping dari penyembahan berhala kita? Bagaimana kita dapat kembali kepada Allah?

Doa:

Tuhan, terima kasih bahwa Engkau mengingatkan aku betapa ruginya menyembah berhala dan seberapa jauh aku telah jatuh. Ampunilah aku atas berhala yang tidak aku sadari ini. Ampunilah bahwa aku menaruh keyakinan dan kepercayaan aku di dalamnya, baik itu identitas, keamanan, perasaan dikasihi dan diterima. Tolonglah aku untuk menaruh keyakinan penuhku kepada-Mu. Amin.


Yuk, jadi berkat hari ini!

Kesaksian kali ini menjadi berkat bagimu? Bagikan, like dan ceritalah di kolom komentar, mungkin ini juga dapat menjadi berkat bagi orang lain!

Jika kamu merasa diberkati, mengapa tidak menjadi bagian dari berkat itu sendiri? Kamu bisa turut berkontribusi—melalui tulisan, dukungan, atau sekedar berbagi—agar lebih banyak orang merasakan dampak yang sama.

Mari bersama membangun ruang yang penuh makna ini. Karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Ayo turut berkontribusi disini!


Leave a Reply

Discover more from Come and Hear! #TogetherDevoted

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading