Pernah kita merasa lelah melakukan sesuatu. Berjuang demi hasil yang tidak mengkhianati usaha, namun akhirnya kecewa oleh hasilnya. Hal apa yang akan kamu lakukan berikutnya? Menyerah? Menyalahkan Tuhan karena merasa dikhianati? Tentu rasa kecewa itu tak bisa dipungkiri, tapi mari kita belajar bagaimana menyikapinya dan berubah kedepannya.
Ada manusia yang setelah menerima kekecewaan, ia langsung down. Ia menjadi malas atau tidak melakukan apapun. Ia tidak mencobanya lagi dan merasa baik ia bekerja keras atau tidak, hasilnya akan tetap sama saja, terserah Tuhan. Manusia ini menganggap apa yang dia lakukan itu adalah berserah. Ia menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan diam saja, tidak ikut campur, tidak melakukan apa-apa dan tinggal terima hasilnya. Berserah tidak berarti pasif, dalam keberserahan kita Tuhan ingin kita tetap turut serta dalam karya-Nya.
Amsal 3:5-6 (TB) “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
Pada ayat 5 dan 6 disampaikan bahwa kita harus percaya pada Tuhan dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri juga mengakui Dia dalam segala laku kita. Tuhan ingin kita tetap berlaku. Tuhan ingin kita terlibat dalam rancangan-Nya untuk kita. Tahu kan bahwa Tuhan selalu melibatkan manusia dalam karya-karya-Nya di Alkitab? Tuhan ingin dalam setiap laku kita untuk kita tidak bersandar pada pengertian kita sendiri. Kekecewaan yang kita alami hari ini mungkin yang akan menyadarkan kita. Mungkin Tuhan menjauhkan kita dari hal yang lebih buruk, mungkin Tuhan ingin kita untuk lebih berhati-hati, mungkin dan mungkin yang lain yang kita bisa lebih gali lagi.
Maka dari itu, mari kita berserah yang aktif. Dimana ketika kita sudah berusaha keras namun hasilnya belum sesuai keinginan kita, kita paham bahwa hasilnya adalah kehendak Tuhan. Kita tetap punya tujuan, kita tetap mengambil langkah, kita tetap bekerja dan dilandasi dengan keberserahan kita kepada Tuhan. “Legowo” atau menerima akan hasil apapun dari Tuhan. Tetap beriman dalam melakukan segala perbuatan kita.
Yakobus 2:17 (TB) “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
Pertanyaan Renungan:
- Dalam hal apa saya sedang dipanggil Tuhan untuk berserah, tetapi bukan berhenti berusaha?
- Apakah saya sedang menunggu Tuhan bekerja, padahal sebenarnya Tuhan sudah meminta saya mengambil langkah?
Doa:
Bapa kami di dalam sorga, mengucap syukur buat segala penyertaanmu dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk berserah, bukan untuk menyerah. Berikan kami keberanian untuk melangkah meski sedang dalam ketakutan atau kekecewaan. Kami percaya Engkau yang tahu yang terbaik untuk kami. Kami percaya tangan-Mu yang membawa kami ke tempat yang lebih baik. Amin.

Leave a Reply