Pernahkah kita berulang kali berusaha meninggalkan suatu dosa, tetapi akhirnya jatuh lagi? Di waktu saya menulis renungan ini, sayapun sedang di tengah pergumulan jatuh bangun dengan dosa. Kita berjanji akan lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih berhati-hati. Namun ketika gagal, kita merasa kecewa kepada diri sendiri dan mencoba kembali dengan kekuatan kita. 1 Korintus 10:13 mengingatkan kita pada sesuatu yang sederhana: “Allah adalah setia.” Tuhan tidak menjanjikan bahwa kita tidak akan dicobai. Tetapi ketika pencobaan datang, Ia berjanji menyediakan jalan keluar. Kita mungkin tidak tahu apa yang akan kita hadapi besok, tetapi kita tahu bahwa Tuhan akan tetap ada di sana.
Sering kali dosa terasa begitu kuat karena ia menawarkan sesuatu yang kita inginkan saat itu juga. Dosa berkata bahwa kita akan merasa lebih puas, lebih aman, lebih berharga, atau lebih bahagia jika kita mengikuti keinginan kita. Masalahnya, kita sering lebih mempercayai janji dosa daripada janji Tuhan. Karena itu, melawan dosa bukan hanya soal menjadi lebih kuat. Kita perlu belajar percaya bahwa apa yang Tuhan janjikan lebih baik daripada apa yang dosa tawarkan. Ketika kita percaya Tuhan akan mencukupi kita, kita tidak perlu mengambil sesuatu dengan cara yang salah. Ketika kita percaya bahwa kita sudah berharga di dalam Kristus, kita tidak perlu membuktikan diri melalui kesombongan.
Filipi 2:12-13 berkata, “Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar,” karena “Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan.” Kita tetap harus berjuang. Kita tetap harus berkata tidak kepada dosa dan memilih jalan keluar ketika pencobaan datang alih-alih kita melawannya. Tetapi kita tidak berjuang sendirian. Kita bekerja, sementara Tuhan bekerja di dalam kita. Sehingga kehidupan bergumul dengan godaan dosa sebagai pengikut Kristus bukan tentang menjadi cukup kuat supaya Tuhan akhirnya menolong kita. Justru karena Tuhan bekerja di dalam kita, kita dapat melangkah dalam ketaatan.
Mungkin hari ini kita tidak membutuhkan janji bahwa kita tidak akan pernah jatuh lagi. Kita membutuhkan keyakinan bahwa ketika kita lemah, Tuhan tetap setia dan akan memberi kita anugerah-Nya untuk keluar dari pencobaan . Kita tidak perlu memiliki kekuatan untuk menghadapi seluruh hari esok hari ini. Anugerah untuk hari esok akan diberikan ketika hari esok tiba. Karena itu, ketika menghadapi pencobaan, jangan hanya berkata, “Saya harus lebih kuat.” Mari kita belajar berdoa, “Tuhan, aku percaya Engkau akan memberikan apa yang saya perlukan untuk tetap taat.” Kita tidak memegang Tuhan dengan kekuatan kita. Kita bertahan karena Tuhan terlebih dahulu memegang kita.
Pertanyaan Renungan:
- Dalam pergumulan saya dengan dosa, apakah saya lebih banyak mengandalkan kekuatan sendiri atau mempercayai Tuhan?
- Janji dosa apa yang saat ini lebih saya percayai daripada janji Tuhan?
Doa:
Tuhan, sering kali kami mencoba menjadi kuat dengan kekuatan kami sendiri. Kami lupa bahwa Engkaulah yang bekerja di dalam kami. Ajarlah kami untuk mempercayai kesetiaan-Mu. Ketika pencobaan datang, berikan kami mata untuk melihat jalan keluar yang Engkau sediakan dan hati yang mau memilih untuk taat. Tolong kami untuk percaya bahwa janji-Mu lebih baik daripada apa yang dosa tawarkan. Ketika kami lemah, ingatkan kami bahwa kami tidak sendirian. Engkau bekerja di dalam kami, dan anugerah-Mu selalu cukup bagi kami. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

Leave a Reply