Kadang ketika kita sedang jatuh, kita suka bertanya “Kenapa Tuhan membiarkan ini terjadi?” Ketika kita gagal, tergoda, kehilangan sesuatu, atau menghadapi masalah yang berat, gampang sekali menyalahkan keadaan sampai bahkan menyalahkan Tuhan. Tapi Yakobus memberikan satu pembedaan penting, ujian dan godaan bukan hal yang sama. Ujian bisa menjadi kesempatan untuk bertumbuh. Yakobus mengatakan bahwa orang yang bertahan dalam pencobaan akan menerima mahkota kehidupan. Artinya, kesulitan yang kita alami tidak selalu berarti Tuhan sedang menghukum kita. Bisa jadi, justru di dalam proses itu iman kita sedang dibentuk.
Tetapi ketika kita tergoda untuk melakukan sesuatu yang salah, jangan berkata, “Tuhan yang membuat saya seperti ini.” Yakobus berkata bahwa Allah tidak mencobai siapa pun. Godaan muncul ketika keinginan kita sendiri menarik dan membujuk kita. Jadi, ada kalanya masalahnya bukan pada keadaan di luar kita, tetapi pada apa yang sedang kita pelihara di dalam hati. Dan menariknya, Yakobus kemudian mengingatkan “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas.” Jadi kalau kita sedang bingung membedakan mana yang berasal dari Tuhan dan mana yang berasal dari keinginan kita sendiri, Yakobus memberikan arah bahwa Tuhan adalah sumber kebaikan, bukan sumber kejahatan.
Tuhan tidak sedang mencari cara supaya kita jatuh. Sebaliknya, Dia sedang membentuk kita melalui proses yang mungkin tidak selalu nyaman. Bayangkan seorang engineer yang sedang melakukan preventive maintenance. Mesin yang sedang dibongkar mungkin kelihatan lebih buruk kondisinya daripada ketika masih berjalan. Ada bagian yang harus dilepas, dibersihkan, bahkan diganti. Kalau kita hanya melihat prosesnya, kita mungkin berpikir, “Kenapa harus dibongkar? Kan tadi masih bisa jalan.” Tetapi proses itu dilakukan supaya mesin bisa bekerja dengan lebih baik dan mencegah kerusakan yang lebih besar.
Begitu juga dengan hidup kita. Ada proses Tuhan yang tidak selalu nyaman. Ada penantian. Ada kegagalan. Ada teguran. Ada sesuatu yang harus kita lepaskan. Tidak semua hal yang terasa berat berarti Tuhan sedang meninggalkan kita. Namun Yakobus juga mengingatkan kita untuk tidak menggunakan kalimat “Tuhan sedang menguji saya” sebagai alasan untuk membenarkan dosa. Karena ujian menguji iman kita, sementara godaan menarik kita menjauh dari Tuhan. Dan pada akhirnya, Yakobus mengingatkan kita kembali kepada identitas kita sebagai ciptaan Tuhan yang dimana Tuhan memilih memberikan kepada kita kehidupan yang baru melalui firman kebenaran.
Jadi ketika minggu ini kita menghadapi sesuatu yang sulit, mungkin kita bisa berhenti sejenak dan bertanya: “Apakah ini sesuatu yang sedang Tuhan pakai untuk membentuk iman saya, atau justru keinginan saya sendiri yang sedang menarik saya menjauh dari Tuhan?” Tidak semua kesulitan harus langsung kita mengerti. Tetapi kita bisa percaya pada satu hal: Tuhan itu baik. Apa yang datang dari-Nya adalah baik. Dan ketika Dia mengizinkan kita melewati proses yang sulit, Dia tidak sedang menggoda kita untuk jatuh, Dia sedang mengajar kita untuk bertumbuh.
Pertanyaan Renungan:
- Dalam situasi apa saya paling mudah menyalahkan Tuhan atas godaan atau pilihan saya sendiri?
- Apa kebaikan Tuhan yang masih bisa saya lihat, bahkan di tengah keadaan yang tidak mudah?
Doa:
Tuhan, terima kasih karena Engkau adalah sumber segala yang baik. Ketika hidup terasa berat, tolong kami membedakan antara ujian yang membentuk iman dan godaan yang menarik kami menjauh dari-Mu. Berikan kami kekuatan untuk bertahan, hikmat untuk memilih yang benar, dan hati yang tetap percaya bahwa Engkau baik, bahkan ketika kami belum memahami proses yang sedang kami jalani. Amin.

Leave a Reply