Mazmur 19

Pernahkah kita membayangkan makanan favorit kita dan berpikir, “Apakah ada sesuatu yang bisa mengalahkan kenikmatan makanan ini?” Mungkin kita sangat menyukai makanan tertentu sampai-sampai kita merasa tidak ada yang lebih nikmat daripadanya. Namun, bagaimana jika kita menemukan sesuatu yang ternyata jauh lebih berharga dan lebih memuaskan daripada makanan favorit kita?

Mazmur 19 mencatat kekaguman dan rasa hormat Daud kepada TUHAN. Kekaguman itu muncul ketika Daud menyadari kemuliaan TUHAN yang dinyatakan melalui ciptaan-Nya dan melalui Taurat-Nya. Kesadaran tersebut kemudian mendorong Daud untuk merespons dengan pujian dan penyembahan kepada Allah.

Ketika Daud melihat langit, matahari, dan keteraturan ciptaan Allah, ia melihat kesaksian tentang kemuliaan Sang Pencipta. Ciptaan yang begitu luas, teratur, dan indah membuat Daud menyadari kebesaran Allah dan mendorongnya untuk memuliakan-Nya. Kekaguman akan hal besar ini menjadi suatu percikan bagi Daud untuk melihat Allah dan keindahan taurat-Nya melalui hal-hal kecil (ay. 8-11).

Ia memberikan analogi-analogi dari apa yang ia lihat, alami dan rasakan di dunia ini. Seperti ketika ia melihat betapa indahnya emas dan bagaimana taurat Allah lebih indah lagi daripada itu atau ketika ia merasakan manisnya madu, ia pun menyadari bahwa taurat Tuhan lebih manis lagi. Daud juga menggambarkan dampak Taurat Tuhan terhadap kehidupan manusia dengan bahasa yang puitis: Taurat menyegarkan jiwa, memberikan hikmat, menyukakan hati, dan membuat mata bercahaya.

Daud tidak berhenti dengan apa yang ia lihat, alami dan rasakan di dunia ini. Melainkan, semua itu menolong Daud untuk mengenal dan taat kepada Allah lebih lagi. Pola ini juga kita temukan dalam pengajaran Tuhan Yesus. Ia sering menggunakan hal-hal yang dapat dilihat dan dialami manusia untuk menyatakan realitas rohani dan menolong manusia mengenal siapa diri-Nya.

Ia menggunakan analogi roti untuk menunjukkan bahwa hanya Dialah yang dapat memuaskan kelaparan rohani kita (Yoh. 6:35). Ia menggunakan analogi terang untuk menunjukkan bahwa hanya Dialah yang dapat menuntun orang keluar dari kegelapan rohani (Yoh. 8:12). Ia menggunakan analogi pintu untuk menunjukkan bahwa hanya Dialah yang menyediakan jalan masuk yang aman ke dalam keluarga Allah (Yoh. 10:7).

Ia menggunakan analogi gembala untuk menunjukkan bahwa Dialah Sang Gembala yang melindungi dan memelihara para pengikut-Nya (Yoh. 10:11). Ia menggunakan analogi kebangkitan dan hidup, untuk menunjukkan bahwa Dia mengalahkan maut dan memberikan hidup kekal (Yoh. 11:25).

Ia menggunakan analogi jalan untuk menunjukkan bahwa hanya Dialah satu-satunya jalan menuju Allah (Yoh. 14:6). Ia menggunakan analogi anggur, untuk menunjukkan bahwa Dialah Pokok Anggur yang benar dan di dalam-Nya kita menemukan sumber pertumbuhan dan kekuatan rohani (Yoh. 15:1).

Baik Daud maupun Yesus menunjukkan kepada kita bahwa realitas sehari-hari dapat menolong kita memahami realitas rohani. Bagi kita saat ini, Allah telah memberikan kepada kita Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, untuk menolong kita mengenal-Nya dan memahami karya-Nya. Daud hidup pada masa ketika penyataan Allah dalam Kitab Suci belum selengkap yang kita miliki sekarang. Namun, melalui ciptaan dan penyataan Allah yang telah diterimanya, Daud dapat melihat kemuliaan Allah dan merespons dengan kekaguman, pujian, dan ketaatan.

Pertanyaan Renungan:

  1. Apakah hal-hal yang kita lihat, alami, rasakan dan nikmati di dunia ini hanya berhenti disitu saja atau itu menolong kita untuk mengagumi, memuliakan dan mengucap syukur kepada Allah?
  2. Apa yang baru-baru ini kita nikmati? Bagaimana kenikmatan tersebut dapat mengarahkan kita untuk mengagumi, mensyukuri, dan mengenal Kristus lebih dalam?

Doa:

Tuhan, terima kasih atas wahyu yang Engkau berikan melalui ciptaan-ciptaan-Mu. Ketika aku melihat, merasakan, mengalmi dan bahkan menikmati apapun di dalam dunia ini, tolonglah aku untuk dapat melihat Engkau dibalik-Nya. Berikan aku kepekaan yang lebih untuk mengenal Engkau lebih dalam lagi. Amin.


Yuk, jadi berkat hari ini!

Kesaksian kali ini menjadi berkat bagimu? Bagikan, like dan ceritalah di kolom komentar, mungkin ini juga dapat menjadi berkat bagi orang lain!

Jika kamu merasa diberkati, mengapa tidak menjadi bagian dari berkat itu sendiri? Kamu bisa turut berkontribusi—melalui tulisan, dukungan, atau sekedar berbagi—agar lebih banyak orang merasakan dampak yang sama.

Mari bersama membangun ruang yang penuh makna ini. Karena setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Ayo turut berkontribusi disini!


Leave a Reply

Discover more from Come and Hear! #TogetherDevoted

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading