-
Continue reading →: Melangkah dalam Iman: Iman yang Bergerak
Nehemia 2 Berikut merupakan bagian 2 dari 8 seri renungan “Membangun dan memelihara iman” dari kitab nehemia Jika Nehemia 1 berbicara tentang hati yang digerakkan Tuhan lewat doa dan tangisan, maka selanjutnya Nehemia 2 menunjukkan kelanjutan yang tidak kalah penting, yakni keberanian untuk melangkah. Doa yang sejati tidak berhenti di…
-
Continue reading →: Awal dari Pemulihan: Hati yang Peduli
Nehemia 1 Berikut merupakan bagian 1 dari 8 seri renungan “Membangun dan memelihara iman” dari kitab nehemia Kitab Nehemia dibuka dengan satu situasi besar yang menjadi latar seluruh ceritanya. Yerusalem, kota yang seharusnya menjadi pusat ibadah dan identitas umat Allah, berada dalam keadaan rusak dan memalukan setelah bangsa Israel kembali…
-
Continue reading →: Domba yang Lemah, Gembala yang Setia
Pernahkah kita menghadapi pencobaan dan merasa begitu sulit untuk menjalaninya? Kita merasa sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi tantangan itu tetap ada. Kita sudah melakukan yang terbaik, namun tetap merasa lelah dan hampir menyerah. Amsal 24:10 berkata, “Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” Menariknya, ayat ini bukan berbentuk…
-
Continue reading →: Allah Yang Memproses
Keluaran 4:10–12 Kisah ini terjadi pada salah satu titik paling penting dalam kehidupan Musa. Setelah empat puluh tahun hidup dalam pengasingan di Midian, jauh dari Mesir dan masa lalunya sebagai pangeran istana, Musa hidup sederhana sebagai gembala domba. Tetapi di tengah rutinitas itu, Tuhan menampakkan diri kepadanya lewat semak yang…
-
Continue reading →: Satu – satunya Jalan
Yohanes 14:1-14 Banyak jalan menuju ke Roma. Kalimat ini mungkin pernah kita dengar. Pada masa itu kekaisaran Romawi membangun jaringan jalan raya masif yang berpusat di kota Roma, sehingga ada banyak jalan menuju ke Roma. Roma bagaikan sebuah tujuan dan banyak cara untuk kita bisa kesana. Sebagai orang Kristen kita…
-
Continue reading →: Kepemimpinan Allah di Masa-masa Baik dan Buruk
Mazmur 105 Mazmur 105 adalah mazmur pujian bangsa Israel kepada Allah atas kesetiaan-Nya sepanjang sejarah mereka. Dalam mazmur ini, pemazmur mengingat kembali perjanjian Allah kepada Abraham bahwa Ia akan memberkati Abraham dan keturunannya, serta melalui mereka bangsa-bangsa lain akan menerima berkat (Kej. 12:2–3). Walaupun janji itu tidak langsung digenapi, Allah…
-
Continue reading →: Knowing we are His: Gembala yang menjadi domba korban
Berikut merupakan refleksi bagian 1 dari 4 mengenai lagu “knowing we are his” Didalam alkitab, Yesus Kristus juga disebut sebagai “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Pribadi Kedua dalam Tritunggal itu turun ke dunia dan menjadi Anak Domba untuk korban. Korban untuk apa? Untuk menebus kita orang…
-
Continue reading →: Kasih yang Tidak Pernah Menjadi Biasa
Mazmur 103 Pernahkah kita begitu senang mendapat balasan chat dari orang yang kita cintai. Setiap bunyi notifikasi membuat tersenyum, bahkan merasa hari itu menjadi lebih indah hanya karena beberapa kata sederhana. Namun setelah waktu berjalan lama, pesan yang sama mulai terasa biasa; dibaca sekilas, kadang diabaikan, karena hati sudah terlalu…
-
Continue reading →: Disiplin Allah dan identitas baru dalam Kristus
Mazmur 79 Mazmur 79 merupakan mazmur Asaf, yang menggambarkan kehancuran Yerusalem—sebuah kejadian yang sering dikaitkan dengan serangan bangsa Babilonia pada tahun 586 SM. Meski Asaf secara historis hidup jauh sebelum peristiwa ini, mazmur ini bisa saja merupakan bentuk nubuatan atau ditulis oleh keturunan Asaf atau seseorang dalam garis pelayanannya. Dalam…
-
Continue reading →: Dipilih Bukan Karena Layak
Kejadian 48 Dalam Kejadian 48, kita membaca peristiwa yang unik dan cukup mengejutkan. Yakub, yang sudah tua dan hampir buta, dipanggil untuk memberkati dua anak Yusuf, yakni Manasye dan Efraim. Secara budaya, seharusnya Manasye diprioritaskan dalam berkat karena dia adalah anak sulung. Di dunia perjanjian lama, anak sulung laki-laki biasanya…
